Arsip Berita Pengadilan

PEKAN PERTAMA TAHUN 2021, PA KUALA PEMBUANG TERIMA 50%
PERKARA SECARA E-COURT

 ECOUT

Kuala Pembuang | pa-kualapembuang.go.id

KUALA PEMBUANG, 06 Januari 2021. Fitur e-Court dalam sistem penerimaan dan administrasi perkara PA Kuala Pembuang telah aktif. Aktifnya e-Court ini merupakan kabar gembira bagi PA Kuala Pembuang dan seluruh masyarakat pencari keadilan karena dengan e-Court, masyarakat kini dapat melakukan pendaftaran perkara secara online.

Dengan terbitnya PERMA Nomor 1 Tahun 2019, pengguna e-Court dibagi menjadi 2 (dua) kategori yaitu Pengguna Terdaftar dan Pengguna Lain. Pengguna Terdaftar yaitu ditujukan untuk advocat/pengacara yang telah diverfikasi oleh Pengadilan Tinggi. Untuk Pengguna Lain, akun didapatkan melalui meja e-court pada pengadilan dengan cara pihak yang berperkara meminta didaftarkan akunnya kepada petugas meja e-court dengan melengkapi persyaratan yang diperlukan, seperti : Kartu Tanda Penduduk (KTP), memiliki e-mail aktif, nomor rekening, dan nomor telepon.

Menindaklanjuti Perma tersebut Pengadilan Agama Kuala Pembuang melalui petugas Informasi dan Pendaftaran gencar bersosialisasi kepada para pihak pencari keadilan yang akan berperkara di Pengadilan Agama Kuala Pembuang agar dapat menggunakan fasilitas yang telah disediakan PA Kuala Pembuang berupa “pojok e-court” akhirnya membuahkan hasil. Selasa 5 Januari 2021, PA Kuala Pembuang akhirnya terima pendaftaran perkara via e-court “Pengguna Lain”, perkara tersebut berhasil diregister dengan Nomor Perkara 6/Pdt.G/2021/PA.Klp dan 7/Pdt.G/2021/PA.Klp. Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 6 Januari 2021 terlihat pada E-court perkara masuk sejumlah 3 perkara sehingga dengan demikian baru buka 3 hari sudah menerima perkara E-court 5 perkara, padahal perkara gugatan yang diterima baru 10 perkara, ini artinya 3 hari buka 50 % perkara diterima secara e-court.

Pendaftaran perkara via ecourt memiliki banyak keuntungan tersendiri bagi para Penggugat / Pemohon, yang jelas bisa secara langsung dirasakan adalah biaya perkara yang jauh lebih murah dibandingkan dengan mendaftar secara biasa. “Awalnya saya tidak mengetahui bagaimana cara mendaftar perkara via online, tetapi setelah dijelaskan oleh petugas, saya akhirnya memutuskan untuk mendaftar perkara via e-court dengan menyerahkan persyaratan yang diperlukan dan dipandu oleh petugas meja ecourt untuk pembuatan akun”, terang SW selaku Penggugat. “Saya bersyukur bisa mendaftar perkara melalui ecourt, dampak yang bisa saya rasakan secara langsung adalah biaya perkara yang jauh lebih murah, terlebih lagi kerja ikut orang, kalua harus kesini minta izin terlebih dahulu”, tambah SW.

Ketua Pengadilan Agama Kuala Pembuang, Roni Fahmi, S.Ag., M.A, melalui Panitera R. Syam’ani, S.H.I saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh Petugas PTSP yang selalu memberikan penjelasan tentang pentingnya berperkara secara e-court terlebih lagi dimasa pendemi Covid-19 ini. Penerimaan perkara via e-court Pengadilan Agama Kuala Pembuang selama 3 hari kerja diawal tahun 2021 ini berjumlah 5 perkara dengan rincian 4 perkara cerai gugat dan 1 perkara cerai talak. (Redaksi/RSM)